Nasionalisme dan
Patriotisme
Mulai dari era kerajaan, penjajahan sampai kemerdekaan.
Tentunya tak mudah untuk mencapai kemerdekaan, perjuangan yang kuatlah yang
membawa bangsa ini mewujudkan cita – citanya. Peran serta seluruh rakyat
Indonesia tak lepas dalam memperjuangkan dan memperoleh kemerdekaan. Sifat
Nasionalisme dan Patriotisme adalah kunci untuk mempersatukan seluruh kalangan
masyarakat Indonesia
1.
Patriotisme.
Patriotisme adalah sikap yang
berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Patriotisme
berasal dari kata “patriot” dan “isme” yang berarti sifat kepahlawanan atau
jiwa pahlawan, atau “heroism” dan “patriotism” dalam bahasa
Inggris. Pengorbanan ini dapat berupa
pengorbanan harta benda maupun jiwa raga.
Ciri-ciri patriotisme adalah :
a. cinta tanah air
b. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara
c. Menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa diatas kepentingan pribadi dan golongan
d. Berjiwa pembaharu
e. Tidak kenal menyerah dan putus asa
a. cinta tanah air
b. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara
c. Menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa diatas kepentingan pribadi dan golongan
d. Berjiwa pembaharu
e. Tidak kenal menyerah dan putus asa
2. Nasionalisme
Nasionalisme adalah satu paham yang
menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris
“nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok
manusia. Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya
mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia
mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ.
Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk
mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah
cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah.
Nasionalisme terbagi atas :
- Nasionalisme dalam arti sempit, yaitu sikap mencintai bangsa sendiri secara berlebihan sehingga menggap bangsa lain rendah kedudukannya, nasionalisme ini disebut juga nasionalisme yang chauvinisme, contoh Jerman pada masa Hitler.
- Nasionalisme dalam arti luas, yaitu sikap mencintai bangsa dan negara sendiri dan menggap semua bangsa sama derajatnya.
Beberapa bentuk dari
nasionalisme
- Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, “kehendak rakyat”; “perwakilan politik”
- Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat.
- Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semulajadi (“organik”) hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat romantisme. Nasionalisme romantik adalah bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati idealisme romantik; kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik.
- Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya “sifat keturunan” seperti warna kulit, ras dan sebagainya.
- Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah ‘national state’ adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri.
- Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Walaupun begitu, lazimnya nasionalisme etnis adalah dicampuradukkan dengan nasionalisme keagamaan
Strategi Penguatan Nasionalisme dan Patriotisme di Era Global
Penguatan
semangat nasionalisme dan patriotisme dalam konteks globalisasi saat ini harus
lebih dititikberatkan pada elemen-elemen strategis dalam percaturan global.
Oleh karena itu, strategi yang dapat dilakukan antara lain:
- Penguatan peran lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dalam ikut membangun semangat nasionalisme dan patriotisme, terutama di kalangan generasi muda. Generasi muda adalah elemen strategis di masa depan.
- Penguatan semangat nasionalisme dan patriotisme pada masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah yang dalam perspektif kepentingan nasional dinilai strategis, seperti: daerah perbatasan, kawasan industri strategis, daerah pertanian (logistik), serta daerah penghasil bahan tambang dan hasil hutan. Hal ini bisa dilakukan dengan memperkecil kesenjangan ekonomi, sosial, dan budaya di wilayah tersebut melalui berbagai program pendidikan dan pembinaan yang melibatkan peran masyarakat setempat.
- Penguatan semangat nasionalisme dan patriotisme pada masyarakat yang hidup di daerah rawan pangan (miskin), rawan konflik, dan rawan bencana alam. Strategi ini dapat dilakukan dengan menyelenggarakan berbagai program yang diorientasikan pada peningkatan kesetiakawanan sosial dan partisipasi masyarakat.
- Peningkatan apresiasi terhadap anggota atau kelompok masyarakat yang berusaha melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya bangsa. Demikian pula dengan anggota atau kelompok masyarakat yang berhasil mencapai prestasi yang membanggakan di dunia internasional. Apresiasi ini dapat dilakukan dengan pemberian penghargaan oleh negara dan kemudian prestasinya diangkat oleh media massa.
3.
Pentingnya Nasionalisme dan
Patriotisme
Negara
kebangsaan dibangun atas dasar nasionalisme. Selanjutnya, nasionalisme yang
tertanam dalam diri setiap warga negara akan mmperkuat tegaknya negara
kebangsaan. Gerakan untuk senantiasa mencintai dan membela bangsanya dari
ancaman negara lain atau ancaman kehancuran melahirkan patriotisme.
Antara
nasionalisme dengan patriotisme juga terdapat kaitan yang amat erat. Karena
itu, nasionalisme dan patriotisme sangat penting bagi kelangsungan hidup negara
kebangsaan. Suatu negara yang warga negaranya memiliki semangat kebangsaan dan
jiwa patrio-tisme maka warga negara tersebut dapat diandalkan untuk membela,
berjuang maju, dan bersedia mengisi kemajuan dan kelangsungan bangsanya.
Contoh perilaku dan
tindakan yang dapat meningkatkan nasionalisme dan patriotisme, antara lain :
- Menjalankan dan mempertahankan kegiatan yang bersifat kerukunan di masyarakat, misalnya acara pernikahan, kematian, kelahiran, dan syukuran.
- Menjaga ketertiban masyarakat dengan mematuhi aturan yang dibuat bersama.
- Mengikuti siskamling dan kerja bakti.
- Menerima dan menghargai perbedaan antarsuku bangsa, misalnya berteman dengan siswa dari suku lain.
- Mengikuti kegiatan PON, Jambore Nasional, MTQ, pertukaran pelajar, dan misi kesenian.
- Menghindari tindakan provokatif yang tidak bertanggung jawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar